Saturday, May 08, 2010

Storytelling in Knowledge Transfer

http://www.principialearning.com/Principia/Principia-Blog.nsf/dx/storytelling-book.jpg/$file/storytelling-book.jpg

Banyak cara untuk belajar dan transfer ilmu. Cara terumum adalah proses pembelajaran di kelas, di mana guru menyampaikan topik suatu pelajaran kepada murid-murid yang dengan pasif duduk mendengarkan. Efektivitas metode ini cukup rendah. Ada kalimat umum mengenai hal ini: Ketika saya mendengar, saya akan melupakannya. Ketika saya menulis, saya akan mengingatnya. Ketika saya mengerjakannya, saya akan paham. Tidak semua hal dapat dikerjakan, namun ada alternatif cara memahami pengetahuan.

Saat ini, tersedia banyak sekali informasi. Baik dalam bentuk tulisan, audio, maupun audio-visual. Informasi-informasi ini terdapat di internet maupun dalam bentuk fisik. Berbagai buku menawarkan pengetahuan. Bentuk penjelasan yang ditawarkan buku-buku pun bervariasi. Ada yang bentuknya tulisan semua, gabungan antara tulisan dan gambar, dalam bentuk komik, maupun buku cerita.

Ada sebuah buku yang sangat baik menjelaskan konsep leadership. Buku ini berbentuk buku cerita yang diakhiri penjelasan model. Buku ini berjudul The Five Dysfunction of a Team. Sang penulis, Patrick Lencioni menuturkan konsepnya dalam bentuk storytelling. Ketika saya pertama kali membacanya, saya memulainya dengan membaca penjelasan modelnya (pada bagian akhir buku), bukan di bagian cerita (bagian awal buku). Saya dapat menangkap poin-poin pada modelnya dan penjelasannya yang sangat sistematis. But, that’s all.

Penasaran karena hasil pembacaan saya yang sekilas lalu, saya kemudian membaca buku ini dari bagian awal. Dikisahkan sebuah perusahaan yang memiliki tim eksekutif dengan tidak berfungsi dengan baik. Tidak ada kepercayaan, rapat berjalan dengan rutin dan membosankan, para eksekutif pun hanya mengurusi divisi masing-masing tanpa tertarik untuk membantu atau berhubungan dengan divisi lain. Kemudian, Kathryn dipekerjakan menjadi CEO yang baru. Kathryn diharapkan untuk memperbaiki kekacauan tim eksekutif tersebut. Banyak perubahan yang Kathryn bawa yang pada akhirnya dapat membentuk tim tersebut menjadi tim yang fungsional. Hampir semua orang tidak suka dengan perubahan. Dua orang eksekutif pun akhirnya tidak bertahan dalam tim eksekutif.

Setelah membaca cerita yang disajikan Lencioni, saya mengerti model yang digambarkannya. Saya dapat memahami dan menganalisa keadaan tim kerja saya berdasarkan cerita tersebut. Ternyata, mendapatkan sebuah konteks, dalam hal ini contoh yang sangat menggambarkan – dalam bentuk cerita – memberikan pemahaman yang jauh lebih dalam dibandingkan hanya membaca ringkasan modelnya. Hal ini sesuai dengan konsep yang ditawarkan Rumizen dalam bukunya The Complete Idiot’s Guide to Knowledge Management.

Dalam buku tersebut, dinyatakan tiga bentuk terkait dengan pengetahuan, yaitu data, informasi, dan pengetahuan. Data hanyalah huruf-huruf dan angka-angka. Mereka tidak memiliki arti. Data digunakan sebagai bahan untuk membangun informasi. Informasi membuat kita bisa mengkomunikasikan data tersebut kepada orang lain dengan lebih baik. Namun, informasi membutuhkan konteks atau makna
tertentu. Setelah informasi mendapatkan konteks untuk dapat menghasilkan pemahaman yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan, informasi bermetamorfosis menjadi pengetahuan.

Ketika kita belajar suatu hal yang baru, kita cenderung mengaitkannya dengan pengalaman atau pengetahuan yang kita miliki. Dengan cara ini, kita dapat memahami hal baru tersebut dengan lebih mudah. Cara mengaitkan ini adalah salah satu bentuk pemberian konteks pada informasi yang kita terima. Selain itu, ada pula cara memberikan analogi atau perumpamaan yang berkaitan dengan hal yang dibicarakan. Saat ini, mungkin penjelasan menggunakan cerita dapat sangat menjelaskan. Mendengarkan cerita telah biasa kita lakukan sejak kita anak-anak. Memang tidak semua orang diberikan dongeng sebelum tidur. Tidak semua orang dilahirkan menjadi pencerita yang super hebat. Bercerita hanyalah sebuah sarana, sarana yang sangat amat membantu.