Saturday, May 08, 2010

Knowlage Management And Innovation

Inovasi seperti menjadi mantra yang selalu dihembus-dengungkan. “Inovasi atau mati,” itu salah satu di antaranya. Memang hal itu merupakan kunci agar sebuah organisasi dapat mencapai sebuah tingkat yang lebih tinggi daripada yang selama ini dicapainya.Di dunia yang tingkat perubahannya semakin cepat ini, tanpa adanya terobosan-terobosan yang dilakukan maka sebuah organisasi akan semakin tertinggal mengingat pesaing-pesaingnya pasti akan membuat berbagai inovasi untuk menjadi lebih maju dan lebih baik.

Jika mendengar kata “Apple” atau “Google”, kita akan membayangkan tentang organisasi yang amat inovatif, yang berhasil menelurkan berbagai inovasi yang berhasil merajai pasaran serta menghasilkan keuntungan besar. Apple, sebelum dikelola kembali oleh Steve Jobs, sudah menjadi olok-olokan di dunia komputer, dan para analis menyarankan agar Apple menutup saja pabriknya dan beralih hanya menjual sistem operasi. Namun roda inovasi kembali berputar kencang sejak kedatangan Steve Jobs, yang membuat Apple dapat terus menggulirkan berbagai produk inovatif mulai dari iMac, iPod, iTunes, iPhone, dan lain-lain. Dari pecundang, Apple berhasil menjadi pemain dominan di beberapa pasar yang menjadi sorotan. Mereka memenangkan tidak hanya pangsa-pasar, tetapi juga pangsa-pikir (mindshare) dan akhirnya juga mendapatkan profitabilitas tinggi.

Dari kasus ini saja sudah menunjukkan bahwa inovasi merupakan kunci bagi sebuah organisasi untuk bertahan hidup serta meningkat lebih jauh. Tanpa terobosan inovatif, Apple mungkin sudah lama mati.

Tercapainya inovasi sebenarnya merupakan buah dari berbagai proses dalam organisasi. Proses-proses ini sering kali dikelompokkan sebagai proses-proses pengetahuan, yang bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori yakni: identifikasi kebutuhan pengetahuan (knowledge need identification), produksi pengetahuan (knowledge production) dan akhirnya integrasi pengetahuan (knowledge integration). Di dalam masing-masing kategori ini masih ada proses-proses lain yang menunjang.

Selama ini, secara sadar ataupun tidak, setiap organisasi sudah melakukan proses-proses pengetahuan ini. Terutama pada saat-saat sulit, yang memaksa organisasi untuk berupaya keras mencari terobosan, atau pada saat organisasi masih berusia muda dan belum menjadi birokratis, serta masih berusaha membentuk produk dan layanan unggulan yang dapat menjadi pemenang persaingan di pasar.

Proses-proses ini bisa berjalan karena adanya orang-orang yang memang berusaha untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dan tidak dikekang oleh aturan-aturan yang menghambat inovasi, atau bahkan didukung terutama oleh pihak-pihak yang memiliki kewengangan tinggi di organisasi. Kembali pada kasus Apple, inovasi didukung oleh orang nomor 1 di organisasi, dan orang tersebut juga merupakan orang yang amat inovatif. Mereka berani untuk memutus rangkaian produk lama dan membentuk citra baru yang lebih segar.

Namun, pada banyak organisasi umumnya proses-proses ini tidak dikelola dengan seksama. Masih jarang organisasi yang mengelola proses-proses pengetahuan seperti mereka mengelola proses-proses keuangan, operasional, logistik, dan lain-lain. Di sinilah peran manajemen pengetahuan (knowledge management). KM merupakan satu disiplin manajemen untuk melakukan pengelolaan atas proses-proses yang berkaitan dengan pengetahuan. Proses-proses pengetahuan juga dapat dikelola seperti proses-proses lainnya, meskipun pola pengolaannya mungkin sedikit berbeda, seperti juga pola pengelolaan keuangan juga akan berbeda dari pola pengelolaan logistik.

Ada banyak contoh yang menunjukkan bahwa perusahaan yang mengelola proses-proses pengetahuannya dengan baik akan bergerak menjadi lebih inovatif dan lebih gesit dalam menangkap maupun memenuhi peluang. Di Pixar, perusahaan Steve Jobs yang lain, salah satu yang dilakukan adalah dengan menyuruh semua orangnya untuk memiliki interaksi fisik sebanyak-banyaknya di luar. Mereka tidak menyarankan para pembuat animasinya untuk bekerja tanpa henti, tapi untuk selalu menjaga hubungan dengan dunia mereka di luar. Hasilnya luar biasa, Pixar merupakan satu-satunya studio animasi yang secara konsisten menghasilkan film-film terlaris, mulai dari “Toy Story”, hingga “Monster’s Inc.”, “Wall-e” dan akan kembali diuji tahun ini dengan peluncuran “Up”.

Proses-proses pengetahuan yang dikelola dengan baik inilah yang dapat membuat sebuah organisasi menjadi lebih mudah untuk membentuk inovasi-inovasi yang mereka perlukan. Karl-Erik Sveiby mengatakan bahwa yang dikelola oleh KM bukanlah pengetauhan itu sendiri, namun aliran pengetahuan antara tiga entitas besar organisasi: Struktur Eksternal, Struktur Internal, dan Kompetensi Manusia. Aliran-aliran inilah yang dikelola agar berjalan dengan selancar mungkin, karena dari kelancaran alirannya itulah maka inovasi dapat tercipta.