Saturday, January 21, 2012

Analisis Strategis SI\TI: Menentukan Potensi Dimasa Mendatang

Analisis Strategis SI\TI: Menentukan Potensi Dimasa Mendatang

Teknik penugasan yang selama ini telah didiskusikan memungkinkan peran yang seharusnya dimainkan oleh SI\TI dalam sebuah bisnis untuk dianalisa, baik secara kritis maupun secara konstruktif. Adalah sebuah hal yang sangat penting dimana Anda adalah sebuah situasi dari sebuah sistem yang ada dan begaimana sistem tersebut dapat mendukung dan memperbaiki performa operasional, manajemen kontrol dengan baik dan secara terus menerus melakukan pengembangan dalam bisnis tersebut. Aspek utama dari tugas ini adalah bagaimana melanjutkan sistem ini untuk memungkinkan agar aktivitas dan fungsi dari bisnis ini dapat dilakukan dengan harmonis. Hal ini menghasilkan pengertian dari hubungan yang berdasarkan atas informasi dalam bisnis, baik secara internal dan eksternal, begitu pula dengan kebutuhan dalam pemrosesan kebutuhan. Seringkali, analisa ini menemukan kekurangan, ketertinggalan, ketidakefektifan, dan ketidakmaksimalan pengolahan informasi yang ada dari sistem. Memastikan bahwa SI/TI tidak sedang menghambat performa bisnis yang sedang berjalan dan bukan juga merupakan sumber kerugian adalah sebuah kunci dari proses pengembangan strategi.

Teknik analisa yang telah dijelaskan sejauh ini tidak dibutuhkan untuk menghasilkan analisa seperti itu, baik untuk mempermudah untuk menunjukan pilihan dan isu sehubungan dengan alur manajemen. Alat dan teknik strategi berpikir dan menganalisa yang sering kali digunakan dalam formula strategi bisnis menawarkan pendekatan lain, yang akan dengan lebih mudah dapat diadopsi oleh alur manajer bisnis, yang memiliki komitmen kritis untuk mengubah ide - ide yang baik untuk menggunakan strategi yang akan digunakan dalan SI/TI.

1. MENENTUKAN STRATEGI INVESTASI SI\TI kE DALAM BISNIS
Dalam sebuah unit bisnis, portfolio dari produk dan/atau pelanggan dapat dianalisa untuk mengindentifikasi bagaimana setiap pengelompokan memberikan kontribusi atau menghasilkan tuntutan terhadap sumberdaya yang tersedia.

Unit bisnis adalah sebuah level dimana analisa terhadap persaingan menghasilkan fokus yang terpenting dan konsep strategi yang mana saja yang paling baik untuk diterapkan (biaya yang terendah, perubahan yang dihasilkan) - dimana keduanya adalah hal yang penting dan memungkinkan untuk mengembangkan dan mengoperasikan sekumpulan perilaku yang koheren untuk bisnis unit tersebut. Biaya yang rendah dibandingkan dengan perbedaan yang dihasilkan, menjadi konflik dalam sebuah unit bisnis yang akan menyebabkan kebingungan dan kurang optimalnya atau bahkan penentuan konsentrasi dari haasil pengambilan keputusan yang akan dicapai. Namun, dalam sebuah perusahaan, 2 unit bisnis yang beroperasi pada 2 lingkungan yang berbeda dapat mengadopsi strategi yang rendah biaya dan perubahan, yang juga masih saling berinteraksi secara internal satu sama lainnya.

Seperti yang telah dijelaskan pada Chapter 1, perubahan yang paling signifikan dari era SIS adalah fokus eksternal dari sistem tersebut. Organisasi telah mengadopsi pendekatan Strategi Unit Bisnis dalam perencanaan bisnis, untuk mencapai pengambilan keputusan strategis yang lebih efektif seperti yang terdapat pada phase 3 dari pendekatan terhadap manajemen strategi yang telah dibahas, didasarkan pada:
1. Analisa situasi dan penugasan yang kompetitif
2. Mengevaluasi pilihan - pilihan strategis
3. Alokasi sumber daya yang dinamis
Meskipun hubungan yang dihasilkan tidak akan selalu sempurna, namun perubahan dari portfolio aplikasi harus mencerminkan perubahan dari tema strategis. Dengan menerapkan ide ini pada berbagai situasi dalam organisasi, mereka terbukti sangat bermanfaat dalam mengklarifikasi rasio bisnis untuk melakukan investasi terhadap perencanaan SI\TI. Secara umum, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Penerapan strategis sebaiknya selalu berhubungan dengan dimensi yang dicari oleh organisasi untuk melakukan penyempurnaan dalam satu sampai tiga tahun kedepan.
2. Pengembangan penerapan operasional utama adalah sesuatu yang bersifat esensial dalam semua dimensi jika sistem tersebut menyebabkan level performa jatuh dibawah target kesuksesan yang diinginkan.
3. Proyek yang memiliki potensi yang tinggi akan secara normal menjadi prototype yang berhubungan dengan pengembangan strategi yang bersifat spesifik atau evaluasi dari ide yang berhubungan dengan dimensi lain.

2. ANALISA VALUE CHAIN
Konsep dari analisa value chain seperti yang dijelaskan oleh Michael Porter adalah: 'Setiap firma merupakan sekumpulan dari aktivitas yang dijalankan untuk mendesain, menghasilkan, memasarkan, mengirimkan dan mendukung produknya atau servisnya. Semua aktivitas ini dapat diwakili dengan menggunakan sebuah value chain. Value chain hanya dapat dipahami dalam konteks yang berhubungan dengan unit bisnis yang berhubungan.

Pada dasarnya, value chain dari unit bisnis dari firma yang ada yang butuh untuk dimengerti sebagai bagian dari sistem yang lebih besar yang berhubungan dengan value chain - dimana hal tersebut terdiri dari supplier, pelanggan dan kompetitor, sebelum hal tersebut dapat dioptimalisasikan. perlakuan yang diberikan terhadap pihak - pihak lain ini akan menghasilkan efek yang signifikan terhadap apa yang dilakukan oleh sebuah firma dan bagaimana hal tersebut dilakukan. Hal ini terutama benar terjadi dalam area SI.

3. VALUE CHAIN EXTERNAL (VALUE CHAIN INDUSTRI OR VALUE SYSTEM)
Secara khusus, hal ini menekankan peran penting yang dimainkan informasi dalam rantai tersebut. Performa umum dari industri, ketika kita membicarakan mengenai kemampuannya untuk memaksimalkan nilainya yaitu menambahkan dan meminimalisasi biaya yang dikeluarkannya, benar - benar bergantung pada sebaik apa permintaan dan penyediaan informasi dipenuhi pada setiap tingkatan dari industri. untuk mencapai pendapatan dan keuntungan tertinggi yang mungkin didapat dari konsumsi barang dan pelayanan yang dihasilkan oleh industri, sumberdaya dari industri perlu untuk difokuskan pada proses penambahan nilai untuk mencapai kepuasan dari pelanggan. Kurangnya informasi berarti bahwa sumber daya tersebut terbuang atau digunakan secara tidak efisien, peningkatan biaya yang sia-sia, dan semua keuntungan jatuh.

Jika sebuah organisasi dapat memenuhi kebutuhan untuk produk dan servis nya dengan tepat dari setiap sumber daya yang ada setiap waktunya, performa dapat ditingkatkan dan efisiensi dapat dimaksimalkan. Secara umum, jika firma tersebut, 'unit bisnis tersebut', beroperasi pada jarak tertentu antara pelanggan dan suplier utama, adalah hal yang sulit untuk mendapatkan kebutuhan secara tepat dan menyediakan informasi. Menariknya, kita dapat mengharapkan organisasi yang memiliki komponen bisnis pada bagian yang berbeda dari value chain industri yang sama untuk bisa mengeksplor semua informasi yang mereka miliki untuk menampilkan siapa yang paling sedikit menutupi kerugian dari rantai tersebut.

Ketika Anda mulai memahami bagaimana informasi mengalir dalam sebuah organisasi memberikan efek pada firma tersebut, firma tersebut harus diperlakukan sebagai sebuah kotak hitam. Kemudian kebutuhan terhadap perubahan informasi dengan pelanggan dapat ditentukan berdasarkan seefektif apa informasi tersebut untuk kedua belah pihak.

Kemudian, kunci dari setiap aliran informasi dapat ditentukan untuk melihat bagaimana kemungkinan proses tersebut untuk dikembangkan untuk mencapai akurasi, kecepatan, biaya atau penjadwalan waktu dan bagaimana hal tersebut mungkin akan memberikan keuntungan bagi bisnis.

Sebuah penambahan nilai terhadap pelanggan ditekankan pada jeda dari barang yang ditawarkan dan akses lokal terhadap barang-barang tersebut, dan penilaian terhadap suplier dengan kemampuan untuk menyediakan kebutuhan pelanggan, membagi stok biaya dan administrasi dari transaksi yang memiliki nilai yang rendah, dll.

4. SYSTEM INFORMASI DAN VALUE CHAIN
Berdasarkan Rayport dan Sviokal, dengan mempertimbangkan 2 tipe dari informasi value chain dimasa depan yang akan diadopsi oleh e-commerce.
Pertama, impilkasi dari aliran informasi, yang memberikan informasi kepada pelanggan dimasa yang akan datang mengenai rantai produk dan servis yang tersedia, harus dipahami.
Kedua, e-commerce menawarkan potensi yang cukup besar untuk mengumpulkan informasi dan pengetahuan mengenai kesukaan pelanggan dan perilaku online, dibandingkan melalui riset yang dilakukan terhadap pasar tradisional.

5. CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) DAN VALUE CHAIN
Model Resource Life Cycle (RLC) bergantung pada fakta bahwa produk/servis dari sebuah organisasi memiliki sebuah siklus hidup yang bersifat tipikal, ketika dipandang sebagai sebuah sumberdaya oleh pelanggan. Empat tingkatan dari siklus hidup ini adalah:
1. Penentuan kebutuhan
2. Akuisisi
3. Pelayanan
4. Penghentian

Model RLC menyebutkan bahwa hubungan informasi adalah sebuah kesinambungan, hal ini seringkali menghasilkan sebuah pergantian penjualan atau pembelian. Siklus hidup ini dapat saja terjadi dalam jangka waktu yang sangat singkan (dalam hitungan hari) untuk hal yang dapat dikonsumsi, tetapi akan menghabiskan waktu tahunan untuk barang-barang yang bersifat kapital.

Sistem CRM didesain untuk menutupi keseluruhan siklus hidup, menyediakan sebuah tampilan yang komprehensif dari pola interaksi pelanggan dan hubungannya dengan firma, memungkinkan pengambilan tindakan dibandingkan melakukan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

Hal tersebut menimbang efek dari SI\TI dalam hubungannya dengan:
1. Suplier - Siapa pun yang menyediakan sumber daya esensial.
2. Pelanggan - ini dapat melingkupi pelanggan yang berikutnya akan berperan sebagai distributor.
3. Kompetitor - kompetitor yang menjual produk atau servis yang mirip dan memasuki pasar dan menjadi produk/servis yang mengancam.

Untuk setiap dari mereka, strategi alternatif yang terpercaya - penyerangan dan pertahanan yang dapat dilakukan oleh firma:
1. Perbedaan
2. Harga
3. Inovasi
4. Pertumbuhan
5. Kerjasama

6. VALUE CHAIN INTERNAL
Pendekatan value chain dapat dibagi menjadi 2 tipe aktivitas bisnis:
1. Aktivitas primer
2. Aktivitas pendukung

7. MODEL VALUE CHAIN TRADISIONAL
Porter mengklasifikasikan aktivitas primer menjadi 5 kelompok, yang dapat dianggap menjadi sebuah urutan yang dimulai dengan suplier dan berakhir pada pelanggan.
1. Inbound logistics
2. Operasi
3. Outbound logistics
4. Sales dan marketing
5. Servis
Informasi yang mengalir dan sekritikal apa sebuah informasi terhadap fungsionalitas dari industri dan keberhasilan firma, dengan menentukan dimana dan kapan informasi tersebut tersedia, siapa yang memilikinya dan bagaimana informasi tersebut didapatkan dan diubah menjadi keuntungan atau digunakan dalam sebuah firma.

Informasi yang atau dapat diubah dengan pelanggan dan supplier disepanjang rantai (alur) untuk meningkatkan performa dari bisnis atau memimpin peningkatan performa bersama dengan berbagi keuntungan.

Determining the Business Information Systems Strategy

Dalam menerapkan suatu sistem yang akan digunakan oleh suatu organisasi, maka diperlukan analisa untuk mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh organisasi tersebut. Kebutuhan ini dapat diperoleh melalui tekanan bisnis, strategi bisnis, kegiatan yang ada dalam organisasi, sumber daya serta orang-orang dalam organisasi tersebut.

Untuk dapat memenuhi akan kebutuhan ini maka setiap sumber daya dan teknologi yang ada perlu dipergunakan dengan efektif. Diperlukan strategi yang dapat dilakukan yang tidak hanya mengetahui kebutuhan tersebut akan tetapi harus juga secara akurat mengetahui sudah sejauh mana strategi tersebut telah dicapai. Strategi IS/ IT perlu untuk meminimalkan kelemahan, memperkuat kekuatan serta menambah kebutuhan baru yang dapat dicapai dengan cara tertentu. Strategi IS/ IT tidak hanya mengintegrasi informasi, sistem dan teknologi saja, tetapi harus dapat mengintegrasikan kebutuhan perubahan bisnis.

Kebutuhan bisnis dapat berubah cepat sekali dalam hitungan bulanan sehingga terjadi perkiraan kesempatan dan prioritas investasi yang berubah cepat pula. Untuk menghindari investasi IS/ IT yang percuma, beberapa aspek dari strategi IS tersebut dapat disesuaikan dengan cepat dan pasti tetapi sama pentingnya. Setiap perkiraan yang tidak perlu bisa membuang percuma sumber daya yang ada dan menyebabkan kegagalan pada implementasi.

Faktor utama yang mempengaruhi portofolio aplikasi IS antara lain:
• External long term – lingkungan bisnis eksternal
• External short term – lingkungan IS/ IT eksternal
• Internal long term – lingkungan bisnis internal
• Internal short term – lingkungan IS/ IT internal dan aplikasi

Proses untuk merancang strategi IS/ IT ditekankan perlunya memutuskan kebutuhan yang diperlukan sebelum memutuskan bagaimana menggunakan strategi tersebut.
Tujuan utama dalam menentukan strategi IS adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan aplikasi dan prioritasnya, sehingga dapat digunakan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada dengan baik.
Ada 3 komponen yang mendasari dari Strategi IS, seperti:
• The existing applications: biasanya menginstal maupun mengembangkan aplikasi dilakukan dalam jangka waktu yang tidak lama, sekitar 6-12 bulan. Namun harus diperhatikan kelebihan dan kekurangannya dari masing-masing aplikasi tersebut.
• The required applications: menggunakan aplikasi yang diperlukan sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan objek dan strategi bisnis.
• The potential applications: memperkirakan aplikasi yang akan dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis perlu diperhatikan. Agar proses bisnis tetap uptodate dan lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan para klien maupun konsumen yang akan menjadi nilai lebih perusahaan.

Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menilai proses bisnis secara keseluruhan dengan lingkungan eksternal yang dilakukan oleh manajemen bisnis yang sebagai bagian dari strategi bisnis:
• Tiap-tiap unit bisnis dan hubungan antar unit dengan badan hukum.
• Tahap kematangan sebuah industri ataupun industri dimana sebuah bisnis berkompetisi.
• Portfolio dari bisnis unit mengenai produk maupun konsumen.
• Kekuatan kompetisi mempengaruhi bisnis unit dan perusahaan serta dampak langsung ke bisnis.
• Kunci sebuah kompetisi dibutuhkan untuk menyukseskan industri.

Sebuah strategi objektivitas dan strategi bisnis merupakan hasil produk dari beberapa pemikiran dasar mengenai kemampuan sebuah prusahaan, mulai dari might do, wants to do, must do, can do. Penilaian kemampuan sebuah perusahaan bisa diukur dengan menggunakan sistem balanced scorecard. Penggunaan sistem balanced scorecard dinilai lebih objektif, bahkan bisa digunakan untuk menempatkan prioritas di tiap-tiap unit kerja mulai dari low-medium-high. Di sisi lain strategic objectives dan tactical objectives merupakan faktor penting CSF (Critical Success Factor) dan permanent obejctives digunakan untuk melihat seberapa jauh alasan mengapa perusahaan membutuhkan ataupun berniat untuk melakukan sesuatu.

Objektivitas IS/IT bisa berubah seiring mengikuti perubahan lingkungan di sekitar proses bisnis sehingga dapat menilai seberapa jauh perubahan yang terjadi dengan menerapkan IS/IT yang baru.

Untuk mengetahui IS/IT layak di dikembangkan atau dirubah yaitu melalui sebuah analisis yang harus mengarah pada definisi kebutuhan informasi baru dan pilihan sistem potensial untuk mengambil keuntungan dari sebuah peluang yang tergantung pada :
• Efektifitas sistem internal yang ada bisa saling bekerjasama
• Kemungkinan mendapatkan informasi ekonomi tambahan.
• Kerjasama antara distributor dan pelanggan untuk mendapatkan keuntungan bersama.

Potensi perbaikan bisnis IT/IS bervariasi tergantung pada hubungan antara biaya dan kegiatan yang terkait dengan CSF proses antara lain :
• Biaya yang tinggi, rendah nilai aktivitas dengan jelas hanya beberapa CSF menawarkan kemungkinan pengurangan biaya dari investasi IS/IT.
• Biaya tinggi menambah nilai aktivitas dapat dibuat menjadi lebih efektif melalui IS/IT investasi, tapi ini hanya akan bermanfaat jika perbaikan berhubungan langsung dengan bisnis yang sesuai CSF.
• Dimana sejumlah kegiatan yang terkait dengan CSF, maka mereka perlu dinilai secara kolektif dalam hal pilihan untuk meingkatkan nilai atau mengurangi biaya masing-masing.
• Bagaimanapun, jika kegiatan menambah nilai kecil dan tidak terkait dengan CSF sangat penting untuk mempertanyakan apakah diperlukan daripada mempertimbangkan bagaimana memperbaiki untuk memperbaiki melalui IS/IT.

Integrating IS&T in ERP and e-business System

Integrating IS&T in ERP and e-business System

Chapter 1
ERP + E-Business = Sebuah Versi Baru dari System Enterprise

1. ERP and E-business
ERP adalah suatu pendekatan terstruktur untuk mengoptimalkan value chain sebuah perusahaan internal. Software, jika dijalankan secara penuh di seluruh perusahaan, menghubungkan berbagai komponen dari perusahaan melalui transmisi logis dan berbagi data. Ketika para pelanggan dan pemasok meminta informasi yang telah terintegrasi secara penuh di seluruh value chain, atau ketika eksekutif memerlukan strategi dan taktik terpadu dalam bidang-bidang seperti manufaktur, persediaan, pengadaan dan akuntansi, sistem ERP menyusun data untuk analisis dan mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Dengan definisi dan fungsi masing-masing, sistem ERP tradisional merawat value chain internal (misalnya, dalam sebuah perusahaan), sedangkan e-bisnis membangun value chain di pasar dan industri. Semakin banyak perusahaan membangun sistem arsitektur mereka dengan mengintegrasikan sistem ERP dengan e-bisnis. Mereka menggunakan interface berbasis web (portal perusahaan) dengan entitas di luar ditambah dengan modul add-on seperti CRM, SCM, dll dalam melakukan integrasi.

2. E-business Pushes ERP to the Network Edge
Sistem ERP adalah analog dengan teknologi internal hub dari sebuah perusahaan. Ketika sepenuhnya dilaksanakan sebagai suite yang terintegrasi. Lima proses utama dalam tipe sistem ERP adalah: keuangan, logistik, manufaktur, sumber daya manusia dan penjualan / pemasaran. Fokus dari sistem ERP adalah pada efisiensi dan efektivitas dari proses internal. Menawarkan cara untuk merampingkan dan menyelaraskan proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional dan menertibkan dari kekacauan.

E-bisnis difokuskan pada efisiensi dan efektivitas eksternal, lintas-proses perusahaan. Sementara teknologi ERP mendukung strategi bisnis, e-bisnis untuk membuka pintu peluang strategis baru, yang memaksa ERP untuk mengambil satu langkah lebih jauh untuk berpindah dari satu system model ERP ke model sistem ERP extended. Teknologi Web menyediakan jembatan antara perusahaan dan mitra bisnis mereka untuk membuat e-bisnis yang memungkinkan, sementara e-bisnis membuat sistem ERP lebih transparan dan terlihat. Daripada berpikir tentang ERP dalam perusahaan, kita dapat melihat sistem ERP di sepanjang value chain pada perusahaan di industri yang sama, atau di lintasan industri. Perusahaan kini mengubah perhatian penglihatan mereka untuk terlibat dalam bisnis dengan para pelanggan, pemasok dan mitra bisnis melalui penggunaan internet dan teknologi berbasis Web. Fungsionalitas ERP harus bergerak ke Web karena di situlah sebagian besar proses bisnis inti yang sedang dilaksanakan.

Jika sebuah perusahaan dapat didesentralisasikan unit bisnis otonom, mereka harus dapat mengakses dan berbagi data antar departemen, manajer dan karyawan. Dengan sistem ERP, transaksi hanya perlu dimasukkan sekali. Sistem dapat memproses transaksi di modul perangkat lunak yang berbeda, sehingga sangat komprehensif dan informasi terpadu yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sementara sistem ERP dapat dipandang sebagai repositori untuk data, informasi dan pengetahuan, dan melampaui batas-batas fungsional oleh perusahaan yang mendefinisikan kembali proses yang begitu luas, memungkinkan sistem ERP Web-enabled memaksa perusahaan untuk melihat proses yang menyertakan beberapa perusahaan.

3. A New Version of Enterprise = ERP + E-Business
Componentization adalah tindakan dari keputusan yang besar, sistem ERP monolitik ke modul-modul yang akan bekerja bersama-sama. Ketika ERP adalah componentized, fungsi-fungsi internal dilakukan oleh sistem yang diwakili berorientasi objek dengan menggunakan blok kode yang dapat digunakan untuk menciptakan aplikasi baru. The componentization dari fungsi dalam ERP akan membuat sistem internal dan eksternal yang lebih dapat beradaptasi dan dapat diandalkan. Oleh karena itu, hal itu akan memperlancar arus informasi sepanjang value chain. ERP dan aplikasi e-bisnis dapat dirakit dari komponen berbasis Web seperti komponen Online Analytical Processing (komponen OLAP, komponen batch, komponen aplikasi dan komponen database. Sebuah perusahaan yang menerapkan sistem ERP akan dapat memilih berbagai modul atau komponen dari beberapa vendor bukannya memilih satu vendor saja. Karena sistem ERP dapat dibagi menjadi komponen-komponen oleh fungsionalitas, para penjual akan dapat dengan cepat memperbaiki atau menambahkan fungsionalitas ke sistem ERP. Komponen individu ERP dapat ditingkatkan tanpa mempengaruhi komponen fungsional lain.

4. Common ERP/E-Business Platform (Oracle & SAP)
Portal (hub) teknologi bisa menyediakan akses yang diperlukan, sambil menambahkan berbagai fitur baru dan kemampuan bagi pengguna. XML merupakan meta-bahasa untuk mendeskripsikan data sehingga dapat diinterpretasikan dalam cara yang lebih cerdas. XML dirancang untuk memberikan susunan untuk semi-terstruktur atau data tidak terstruktur, jenis data yang berlimpah di Internet dan pengaturan e-bisnis. XML merevolusi Web karena memungkinkan data terstruktur dengan nama standar dan konsisten yang semantik untuk dipindahkan di Web dalam sebuah cara yang sederhana dan mudah.

Ini adalah platform e-bisnis (WebDb) yang memiliki fungsi-fungsi berikut:
? Mengurangi kompleksitas dari aplikasi dan paket yang saling terkait.
Portal dari platform adalah cara yang lebih baik bagi perusahaan untuk menghubungkan aplikasi dan proses bisnis untuk mencapai tujuan dari e-bisnis mereka.
? Peninggalan lingkungan yang heterogen.
Aplikasi peninggalan perlu untuk hidup berdampingan dengan best-of-breed supply-chain, pengetahuan manajemen dan aplikasi customer-relation di Internet. Ini berfungsi sebagai mekanisme yang konsisten untuk komunikasi interapplication yang memfasilitasi kerjasama antara aplikasi peninggalan yang heterogen.
? Opersi global.
E-bisnis melanggar batas-batas wilayah dan negara. Semua operasi berbasis global. Portal platform adalah cara yang lebih baik bagi perusahaan untuk menghubungkan aplikasi dan proses bisnis untuk mencapai tujuan e-bisnis.

Ini adalah platform e-bisnis yang terdiri dari beberapa fungsi berikut:
? End-to-end Web business processes
XML telah digunakan untuk memungkinkan pertukaran dokumen bisnis yang terstruktur melalui Internet untuk menyediakan sebuah standar umum berbagai aplikasi dan sistem TI untuk berkomunikasi dan bertukar data bisnis.
? Open business document exchange over the Internet
SAP Business Connector didasarkan pada standar terbuka komunikasi internet. Ia menggunakan banyak hypertext transfer protocol (HTTP) yang tersedia untuk pertukaran bisnis dokumen berbasis XML melalui Internet.
? XML-enabled SAP solution
SAP Business Connector membuat semua solusi SAP dapat diakses melalui bisnis dokumen berbasis XML.
? Flexible adoption of evolving business document standards
SAP Business Connector menyediakan easy-to-use graphical tool untuk mengkonversi dan menyediakan pemetaan antara dokumen bisnis SAP dan bisnis dokumen berbasis XML yang diperlukan untuk bekerja sama dengan mitra bisnis.
? Web automation
SAP Business Connector memudahkan untuk memanfaatkan informasi dan proses yang tersedia pada situs Web perusahaan.



Chapter 15
A Study of the ERP Selection Process In New Zealand

1. ERP Implementation and its Context
Sistem ERP baru-baru ini berevolusi untuk mendukung fungsi lain yang sampai saat ini, ditawarkan secara terpisah seperti supply chain management (SCM), customer relationship management (CRM), professional service automation (PSA), data warehousing (DW) dan artificial intelligence (AI) .

2. A Framework For ERP Selection
Manajemen puncak mempunyai wewenang untuk membuat keputusan kebijakan mengenai pertanyaan dan bertanggung jawab untuk pemilihan proyek.

Para pengguna memainkan peran sebagai pengguna sistem informasi, evaluator, dan bahkan pengembang dalam proses implementasi. Mereka juga mengambil bagian dalam kegiatan seleksi proyek, menyetujui pendekatan teknis yang diusulkan oleh perancang sistem, dan manajemen dan kontrol. Untuk kasus seleksi ERP, pengguna dapat membantu untuk menentukan efisiensi apa yang dicapai dalam memberikan layanan.

Sistem Informasi (SI) karyawan yang bertanggung jawab untuk instalasi hardware, software dan pemeliharaan. Mereka juga bertugas memberikan bantuan yang diperlukan untuk membantu manajemen puncak dan pengguna memecahkan masalah yang terkait. Perkembangan pesat TI dapat mengakibatkan kekurangan personil SI yang berkualitas.

3. The Practice of ERP Selection In New Zealand
Hal ini diamati untuk kasus implementasi ERP pada klien pihak ketiga, konsultan dan vendor yang terlibat baik dalam seleksi dan pelaksanaan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan konsultan ERP, ERP vendor dan manajer dalam organisasi menerapkan sistem ERP. Termasuk sistem ERP SAP, Oracle, Baan dan JD Edwards.



Chapter 16
Beyond ERP Systems as a Hype Understanding ERP Systems as Distinct Technological, Organizational and Cognitive Phenomena
1. ERP’S Technological Dimension
1. Development
Sistem ERP adalah paket komersial dari pemasok pihak ketiga. Saat ini, pemasok utama SAP AG, Baan, JD Edwards, PeopleSoft dan Oracle. Sistem ERP dapat dipahami sebagai produk setengah jadi dengan tabel dan parameter yang akan dikonfigurasi masuk organisasi dapat menyesuaikan perangkat lunak ERP melalui add-ons atau perangkat tambahan lain.

2. Applied technologies
Sistem ERP terdiri dari beberapa teknologi seperti sistem client-server dan web-teknologi dengan fitur khusus, seperti menjadi real-time, online, dan interaktif. Penerapan teknologi banyak diasumsikan menimbulkan kekhawatiran tertentu mengenai kompleksitas, standardisasi dan integrasi.

3. Complexity
Karena mereka skala besar dan ruang lingkup organization-wide, sistem ERP yang dianggap sangat kompleks. Salah satu komponen yang membedakan kompleksitas, kompleksitas koordinatif, dan kompleksitas dinamis. Kompleksitas komponen mengacu pada jumlah informasi yang berbeda isyarat-isyarat yang harus diproses dalam tugas yang dilaksanakan, sementara kompleksitas koordinatif menggambarkan bentuk, kekuatan, dan saling ketergantungan hubungan antara informasi isyarat. Kompleksitas dinamis muncul dari perubahan dalam hubungan antara informasi isyarat dari waktu ke waktu, terutama selama mengerjakan tugas.

4. Standardization
Tingkat standardisasi diperjuangkan melalui model proses bisnis referensi yang disediakan oleh vendor dan konsultan ERP tampaknya menjadi tinggi. Referensi model proses bisnis harus membuat realisasi teknologi menjadi lebih mudah. Namun, pemasok cenderung tidak mengembangkan sistem terbuka, sedangkan standardisasi di seluruh paket tidak terjadi. ERP yang dapat menurunkan fleksibilitas, jelas merupakan persyaratan penting. Selanjutnya interface componentization dan standardisasi adalah dua solusi pada saat ini diadaptasi untuk meningkatkan fleksibilitas.

5. Technological integration
Pertama mungkin dapat membedakan berbagai bentuk integrasi teknologi, misalnya yang berkaitan dengan arsitektur perangkat keras, komponen, data, dan TI lainnya. Dengan menghormati semua bentuk-bentuk, sistem ERP yang dianggap sangat terintegrasi.

2. ERP’S Organizational Dimension
1. Functionality
Sistem ERP diduga mendukung banyak proses bisnis, bervariasi dari manajemen sumber daya manusia untuk logistik. Beberapa fungsi dari SAP R/3 menggambarkan hal ini. Awalnya, sistem ERP yang berkonsentrasi pada proses organisasi internal. Saat ini, sistem ERP berkembang menjadi extended-ERP, antar-organisasi menggabungkan proses sebagai e-bisnis, dan manajemen supply chain.

2. Effectiveness orientation
Diusulkan di sini untuk menggunakan konsep "berorientasi pada efektivitas" untuk menangkap tentang apa itu sistem ERP. The " berorientasi pada efektivitas" yang didasarkan pada kerangka oleh Quinn dan Rohrbaugh (1983) - terdiri dari dua dimensi, yaitu fokus (internal/eksternal) dan struktur (fleksibilitas/kontrol). Hal ini diusulkan untuk pengecualian yang disebut sebagai menambahkan fungsionalitas dari sistem ERP. Sebaliknya, ERP dipahami sebagai berkonsentrasi pada pengendalian sumber daya dan aktivitas dalam organisasi. Pendaftaran, perencanaan, pelacakan, standardisasi, mengoptimalkan, dan pengukuran kinerja semua fungsi kontrol tertanam dalam sistem ERP.

3. Organizational integration
Integrasi organisasi dapat didefinisikan sebagai "tindakan membentuk sebuah ensemble, sebuah kesatuan yang utuh, dari berbagai unit administratif yang membentuk perusahaan, masing-masing yang mengasumsikan fungsi-fungsi tertentu" Organisasi ini dapat ditafsirkan sebagai kumpulan bagian-bagian atau subsistem. Salah satu masalah yang berkaitan dengan integrasi ERP, kemudian adalah definisi dari sebuah organisasi dalam hal subsistem yang saling terkait.

3. The Cognitive Dimension of ERP
1. Information
Informasi dapat dilihat sebagai pesan yang dapat menjadi pengetahuan bila penerima dapat menafsirkan pesan-pesan ini.

2. Paradigms
Model referensi didasarkan pada teori dan praktek terbaik dari asumsi (keyakinan) untuk proses tertentu. Tetapi proses ada dalam konteks yang kaya, termasuk produk dan layanan, pelanggan, pemasok, dan karyawan.

3. Knowledge
Pengetahuan membantu peran manusia untuk memberikan makna dunia. Proses pengetahuan, baik companyspecific dan umum, tertanam dalam sistem ERP. Pengetahuan prosedural, seperti mengendalikan ekonomi, logistik dan prosedur penjualan yang diprogram ke dalam sistem ERP.

4. Skills
Keterampilan dapat dibandingkan dengan diam-diam atau pengetahuan yang lembut, kemampuan " how things are done." Biasanya, mereka yang memiliki kemampuan kualitas pribadi, yang sangat berakar dalam tindakan, komitmen, dan keterlibatan. Keterampilan dapat diperoleh untuk ERP dalam bentuk keputusan rutinitas atau model, atau dalam bentuk keterampilan database pada komponen HRM sistem ERP, yang menghubungkan karyawan dan keterampilannya.

5. Cognitive integration
Integrasi kognitif berarti integrasi dari karakteristik di atas " contents" dari sistem ERP. Integrasi dapat memberikan organisasi dengan pandangan holistik yang komprehensif dari bisnis, tetapi bisa juga menimbulkan kesulitan.

Integrating IS Technologies: Studi Kasus Randy Mc Nally

Rand McNally Maps Out a Trip into a Digital Future

1. Kondisi Perusahaan

Organisasi, Teknologi dan Manajemen Perusahaan Rand McNelly digambarkan pada uraian berikut ini:

A. Organisasi

Rand McNally awalnya merupakan sebuah toko percetakan kecil di Chicago yang didirikan oleh William Rand dan Andrew McNally pada tahun 1856. Perusahaan ini tidak bergerak dalam bidang pencetakan peta hingga tahun 1916, namun sejak saat itu perusahaan ini kemudian menjadi pemimpin di bisnis percetakan peta, yang berhasil dalam menciptakan konvensi untuk penomoran jalan tol di Amerika Serikat saat ini. Berbagai versi dari atlas tersebut telah terjual 150 juta kopi sejak saat itu, membuatnya menjadi peta dengan penjualan terbaik sepanjang sejarah. Saat ini Rand McNally memiliki 1200 karyawan yang sebagian besar berada di Skokie, ibukota Illionois. Sepanjang dekade mendatang, perusahaan mulai mengembangkan dan mempertahankan posisinya sebagai penerbit informasi geografis dan perjalanan yang terkenal dan disegani. Pada tahun 1999, perusahaan menjual 46 juta peta, yang mana merupakan lebih dari separuh peta cetak yang terjual di Amerika Serikat. Rand McNally juga memproduksi banyak produk lainnya seperti globe, berbagai seri materi edukasi geografis, piranti lunak perencana perjalanan, dan produk untuk merencanakan dan mengoptimalkan rute armada pengangkutan barang. Produk mereka sesungguhnya dijual melalui 46.000 outlet, termasuk didalamnya 29 pengecer milik perusahaan.

B. Teknologi

Sejak perekonomian digital berkembang di awal tahun 1990, kekuatan Rand McNally masih bertahan di teknologi percetakan, dan seperti banyak perusahaan lainnya masa itu, manajemen perusahaan tidak memahami dampak besar dari perkembangan baru internet dan hal-hal yang berbuhubungan dengan komputer. Perusahaan menjawab perubahan tersebut dengan memproduksi piranti lunak perencana perjalanan dan pencarian alamat yang dijual dalam bentuk CD-ROM. Perusahaan ini juga membangun website di tahun 1994 untuk membantu pelanggan dalam menggunakan CD.

Namun karena internet dalam waktu singkat menawarkan berbagai peluang, perubahan yang dilakukan oleh Rand McNally tidak mampu menjawab hal tersebut dan gagal memimpin dalam pasar. Perusahaan telah menjadi kaku dan kuno.

C. Manajemen

Investor AEA membeli Rand McNally di tahun 1997 dengan harapan perusahaan dapat memodernisasi dirinya melalui penggunaan teknologi baru seperti internet. Meskipun terjadi perubahan pemilik dan gaya kepemimpinan, hanya terjadi sedikit perubahaan yang diakibatkan oleh ketidaksediaan perusahaan dalam mengambil resiko karena takut merugi. Jim Ferguson yang kemudian menjadi direktur manajemen produk bagi Rand McNally.com menyampaikan ide untuk menyediakan peta secara online. Namun pihak manajemen senior menolak ide tersebut. Manajemen tidak mau mengadopsi model ekonomi baru.

Ketika investor menyadari bahwa tidak ada perubahan yang terjadi, pihak investor mengintervensi dan pada Juli 1999 menunjuk Richard J. Davis sebagai presiden dan CEO. Davis yang memiliki pengalaman selama 25 tahun dalam manajemen perusahaan yang mengadopsi teknologi tinggi, termasuk di dalamnya 7 tahun bersama Donnelley Cartographic Services dan GeoSystems. GeoSystems merupakan perusahaan yang mendirikan MapQuest, pesaing utama Rand McNally di dunia online. Davis mengatakan bahwa tujuannya adalah mengembangkan solusi teknologi dan pertumbuhan perusahaan lebih besar dari perkembangan yang belakangan terjadi yaitu antara 5 hingga 6 persen. Davis kemudian membawa Chris Heivly untuk mengepalai pembangunan unit RandMcNally.com. Heivly berhasil menyediakan peta online Rand McNally berserta panduan berkendara dari alamat ke alamat. Sebelum kedatangan Davis dan Heivly, manajemen takut keputusan tersebut dapat mengurangi penjualan peta cetak yang dijual perusahaan, MapQuest yang kemudian dikenal sebagai GeoSystems, telah mengambil resikonya di tahun 1996.

1. Perubahan

Davis mencoba untuk memberikan seluruh karyawan gambaran betapa pentingnya peran mereka dalam kesuksesan perusahaan, baik dalam bidang cetak maupun digital. Dalam prosesnya, Ia melakukan beberapa hal:

1. Bertemu secara pribadi dengan lebih dari 900 karyawan untuk bertukar fikiran mengenai visinya guna masa depan perusahaan.

2. Menjawab email yang diterima dari karyawannya secara pribadi.

3. Ketika ia berjalan melalui lorong perusahaan, ia akan menyapa karyawan-karyawannya dengan memanggil namanya.

4. Dia akan mengumumkan penghargaan bagi banyak karyawannya yang berprestasi.

5. Ia pun juga memberikan peluang bagi karyawan lama untuk bergabung pada grup internet yang baru, dan hanya sedikit yang bersedia untuk mengambil peluang mereka.

Secara langsung Davis menghadapi banyaknya karyawan lama yang tidak puas dan percaya bahwa terlalu banyak uang yang dihamburkan untuk grup dot-com. Bahkan, hanya dua dari delapan eksekutif yang bersedia bersama-sama dengan Davis untuk melakukan perubahan, sehingga Davis harus melakukan perombakan seluruh tim manajemen.

2. Pesaing

Pesaing utama Rand McNally adalah MapQuest, yang websitenya sangat sukses. Tahun 2000 websites mereka memiliki 5,5 juta pengunjung yang melihat dan mencetak peta elektroniknya. Pada bulan yang sama Rand McNally hanya memiliki 255.000 pengunjung. Sebagai tambahan, MapQuest telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan dan berbagai usaha bisnis melalui internet yang membutuhkan peta di web site mereka, misalnya untuk menunjukkan lokasi toko mereka. Perusahaan-perusahaan raksasa tersebut meliputi AOL, Rxcite, Yahoo, Ford, Walmart dan banyak lagi lainnya. Penggunaan peta secara online dari MapQuest dalam 36 jam mampu mengalahkan penjualan peta di Amerika Serikat selama setahun. MapQuest kemudian dibeli oleh AOL pada tahun 1999 seharga $1.1 juta.

Selain MapQuest, Rand McNally memiliki pesaing-pesaing lain diantaranya adalah Google Maps (Beta), MapQuest, MSN Maps & Directions/Virtual Earth, dan Yahoo! Maps yang masing-masing memiliki keunggulan seperti digambarkan pada tabel dibawah ini:

3. Strategi Bisnis

Seiring dengan usaha Rand McNally untuk memiliki kekuatan besar di Internet, ia telah memiliki posisi menguntungkan yang sangat jelas. Diantaranya:

1. Perusahaan tersebut sangat tua, terkenal dan disegani dalam bidang perjalanan dan peta.

2. Perusahaan memiliki nilai baku yang baik dan telah memiliki pendapatan dari penjualan yang telah ada, membuatnya memiliki waktu yang cukup untuk menghabiskan dana yang dibutuhkan untuk merancang dan mengembangkan bisnis barunya.

3. Beberapa teknologi yang ingin digunakan Rand McNally, seperti jasa perjalanan nirkabel, masih belum dikembangkan dengan baik di masa itu, sehingga belum ada perusahan yang dapat menjadi perintis terdepan.

4. Kebutuhan peta online untuk membantu dan mengarahkan masyarakat juga berkembang dengan sangat cepat.

Hal-hal penting yang harus dicapai oleh manajemen yang baru adalah mengubah Rand McNally dari perusahaan peta menjadi perencana dan jasa konsultan perjalanan sehingga perusahaan tidak ketinggalan jaman. Rencana manajemen meliputi :

a. Membuat website Rand McNally menjadi kebutuhan utama bagi para pengendara jalan.

b. Mengupdate produk peta bagi lingkungan internet yang bertumbuh dengan cepat.

c. Menghubungkan website perusahaan dengan produk atau jasa lainnya di internet.

d. Menyediakan produk dan jasa secara online yang mencakup seluruh produk dan jasa yang didapatkan secara offline.

e. Tetap mempertahankan posisi perusahaan sebagai business-to-consumer/B2C dan tidak mengubahnya menjadi business-to-business/B2B.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus memperhatikan 2 kebutuhan utama yang dibutuhkan oleh pengendara jalan, yaitu :

1. Kebutuhan informasi yang cepat mengenai kondisi perjalanan.

2. Rekomendasi untuk mencapai kebutuhan tersebut sepanjang perjalanan.

Untuk itu, website bukan hanya membantu pengendara jalan merencanakan perjalanan, tetapi juga harus mampu membawa internet bersamanya saat mereka bepergian. Pengendara jalan membutuhkan peta jalan online, petunjuk berkendara yang detail, dan informasi kondisi jalan terkini ketika mereka sedang dalam perjalanan, dengan kata lain hal tersebut harus dapat disampaikan melalui teknologi nirkabel. Website Rand McNally juga membutuhkan pihak ketiga untuk menyediakan informasi perjalanan seperti kondisi cuaca dan reservasi hotel. Website ini juga harus memiliki antar-muka yang user-friendly, sehingga dapat digunakan dengan mudah meskipun oleh pengguna yang kurang dapat menggunakan internet. Keuntungan tetap menjadi target yang penting baik bagi manajemen maupun bagi investor. Hal itu membutuhkan layanan yang cukup baik sehingga pelanggan mau membayar mereka.

Faktor Internal yang mendorong perubahan :

1. Perubahan organisasi dalam perusahaan yang membawa visi baru.

2. Pertumbuhan perusahaan yang lambat berkisar antara 5-6 persen.

Faktor eksternal yang mendorong perubahan :

Peluang bisnis melalui internet yang menawarkan banyak peluang dan juga ancaman, terbukti dengan hadirnya GeoSystems yang penggunaan petanya dalam waktu 36 jam dapat mengalahkan penjualan peta di Amerika Serikat dalam setahun.

4. Value chain

Menurut Porter, perusahaan akan mendapatkan keuntungan kompetitif jika menerapkan strategi utama, yaitu : low cost leadership, differentiation, dan focus dalam value chain perusahaan.

a. Low Cost Leadership

- Sebagai penerbit peta cetak, Rand McNally telah memiliki peta dan informasi-informasi terkait lainnya yang dapat digunakan untuk peta online. Karena kualitas peta yang dimiliki sangat baik, hal tersebut menambah daya saing yang cukup kuat bagi perusahaan.

- Dengan bekerjasama dengan perusahaan penyedia produk dan jasa lainnya, perusahaan mempu memberikan kualitas terbaik dengan harga yang layak bagi pelanggan.

b. Differentiation

Rand McNally melakukan diferensiasi dengan memungkinkan hal berikut ini :

a. Produknya berisi checklist rencana perjalanan dan juga bagian yang menawarkan materi dan ide bepergian dengan anak-anak.

b. The Rand McNally Road Atlas telah merubah sampul belakangnya sehingga tidak lagi mengiklankan produk perusahaan lain. Ini mengalihkan pendapatannya bagi iklan dari web sitenya.

c. Atlas perjalanan bagi anak-anak adalah salah satu produk cetak baru yang juga telah tersedia secara online.

d. Rand McNally masuk dalam pasar Global Positioning System/GPS dalam skala besar, menjual produk GPSnya pada pengunjung yang ingin selalu melacak posisi saat ini untuk berbagai alasan. Misalnya, mereka menjual perangkat yang diintegrasikan dengan komputer genggam sementara yang lain diintegrasikan pada laptop. Keduanya akan saling menunjukkan lokasi dari keberadaan masing-masing.

e. Dapat dibawa dalam perjalanan karena dapat diakses melalui perangkat mobile.

c. Focus

a. Davis mereorganisasi perusahaannya menjadi tiga divisi : RandMcNally.com, unit pelayanan bisnis dan unit pelayanan pelanggan. Karena bagaimanapun juga, kunci dari masa depan di mata baik manajemen maupun investor adalah RandMcNally.com.

b. Perusahaan mempertahankan bidang bisnisnya yaitu Business-to-Customer (B2C) dan bukan Business-to-Business (B2B). Sehingga produk yang dihasilkan menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki oleh masyarakat pada umumnya, dan pengendara jalan pada khususnya.

5. Model Kekuatan Bersaing

Porter’s Competitive Force Model

2. Hambatan Pemain Baru

Rand McNally merupakan penerbit peta cetak yang dipercaya oleh masyarakat Amerika Serikat. Reputasi tersebut cukup membantu perusahaan untuk bersaing di lingkungan bisnisnya yang baru yaitu internet. Hal ini membuat Rand McNally menjadi penerbit peta dalam urutan yang terdepan.

3. Kekuatan Pelanggan

a. Peta yang dimiliki Rand McNally lebih akurat dari MapQuest.

b. Instruksi berkendara dari MapQuest terlalu detail, berisi begitu banyak informasi yang sudah tidak berlaku, dan seringkali tidak merekomendasikan rute perjalanan yang paling baik.

c. MapQuest juga tidak memiliki reputasi dan penghargaan juga hubungan personal dengan masyarakat Amerika seperti yang dimiliki Rand McNally.

d. Peta Rand McNally dapat dijumpai di seluruh kursi belakang mobil tiap orang Amerika.

e. Rand McNally menciptakan klub automobil yang bertujuan untuk menarik pengunjung internet untuk membayar sesuatu yang mereka gunakan dari web site perusahaan. Manajemen berharap bahwa jika pelanggan membayar untuk satu layanan, maka mereka juga akan bersedia membayar untuk produk dan jasa lainnya. Klub tersebut akan menyediakan layanan standar, termasuk pelayanan darurat di jalan dan jaringan bengkel.

f. Rand McNally membuat aplikasi yang mudah digunakan meskipun bagi pengguna yang kurang memahami penggunaan internet.

4. Kekuatan Pemasok

a. Website Rand McNally menyediakan semua produk dan jasa yang bisa didapatkan dari toko offline.

b. Website Rand McNally akan menghubungkan pelanggan dengan penyedia produk dan jasa lainnya.

c. Rand McNally bekerja sama dengan produsen atau pemain bisnis perangkat mobile agar menggunakan produknya.

5. Ancaman Subtitusi

Ancaman subtitusi dari suatu produk atau jasa dapat ditanggulangi dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk memberikan nilai tambah yang seringkali akan membedakan produknya dari pesaing. Rand McNally menanggapi hal tersebut dengan cara membuat websitenya agar mampu untuk :

a. Dapat dibawa dalam perjalanan karena dapat diakses melalui perangkat mobile.

b. Informasi yang diberikan up-to-date karena diakses online.

c. Memiliki antar muka yang user-friendly sehingga mudah digunakan.

d. Informasi yang diberikan lengkap, dari informasi cuaca hingga informasi mengenai hotel.

e. Web site dapat dikustomisasi sesuai dengan keinginan pelanggan.

6. Ancaman Pesaing

a. Map Quest dapat merangkul America Online.

b. GeoSystems sebagai pesaing utama telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan raksasa namun memiliki peta yang tidak sedetail peta yang dimiliki oleh Rand McNally.

6. Efektivitas Website guna Strategi Baru Perusahaan

Dari yang ditawarkan oleh website www.RandMcNally.com, banyak fasilitas yang diberikan sebagai keefektifitasan guna strategi baru bagi perusahaan. Kelebihan yang mereka miliki antara lain adalah:

1. Web site Rand McNally terhubung dengan toko Rand McNally dimana pengunjung dapat membeli lebih dari 3500 produk yang dijual di toko offline.

2. Pengunjung dapat mencetak peta gratis yang terkustomisasi dan panduan mengendara dari satu alamat ke alamat lainnya.

3. Bagian “Plan a Trip” telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mencari apa yang diinginkan pengendara jalan dari perjalanan mereka.

4. Pengunjung juga dapat menyimpan rencana perjalanan pribadi mereka dan informasi online terkait.

5. Pada saat diluncurkan, situs meyediakan informasi lebih dari 1000 kota Amerika Serikat, 379 Taman Nasional, dan 4000 tempat menarik lainnya dan acara lokal.

6. Situs juga menyediakan secara berkesinambungan informasi cuaca terkini dan dua kali dalam sebulan mengupdate proyek pembangunan jalan yang mungkin mengganggu perjalanan.

7. Informasi yang diberikan up-to-date karena diakses online.

8. Memiliki antar muka yang user-friendly sehingga mudah digunakan.

9. Informasi yang diberikan lengkap, dari informasi cuaca hingga informasi mengenai hotel.

10. Web site dapat dikustomisasi sesuai dengan keinginan pelanggan.

Melalui keunggulan-keunggulan yang mereka miliki diatas, maka Rand McNally mampu menarik pengunjung website dalam jumlah yang besar.

7. Faktor Kesuksesan

Web site awal Rand McNally telah menarik pengunjung semakin banyak. Davis terkejut akan dampaknya bagi perusahaan secara keseluruhan. Semula Ia berpikir bahwa perusahaan mampu membuat entitas dot-com tersebut dan bagian lain dari perusahaan akan menjalankan bisnis seperti yang selama ini dilakukan. Namun grup dot-com telah mengembangakan solusi pelanggan dan hal ini memberi dampak bagi seluruh perusahaan. Pelanggan yang tertarik dengan RandMcNally.com ternyata juga dapat ditemui di toko retail milik perusahaan.

Perusahaan telah mengambil langkah besar dengan hadir di dunia online yaitu dengan meluncurkan Rand McNally Road Explorers di Oktober 2001. Situs ini juga memungkinkan pengguna untuk membuat peta detail dan panduan perjalanan mereka sendiri. Jika pelanggan mengambil layanan premium maka mereka juga akan menjadi anggota dari klub perjalanan dan akan menerima layanan perjalanan seperti diskon dan bantuan sepanjang perjalanan. Heivly percaya bahwa situsnya akan menghasilkan sekitar $50 juta tiap tahun di tahun 2006. Rand McNally mulai mengimbangi perusahaan web lainnya meskipun masih jauh perjalanannya untuk mengimbangi pesaing web-web terkenal lainnya.

Meskipun perusahaan cukup terlambat dalam menangkap peluang di era perekonomian internet, perusahaan telah melakukan langkah yang tepat. Karena dengan memperkuat posisinya di bidang digital, yang mengakibatkan kondisi perusahaan menjadi stabil.

Daftar Pustaka:

Sumber: Margie Semilof, "Rand McNally Leverages Brand Online," Internet Week, October 8, 2001. Miguel Helft, "A Rough Road Trip to the Net," The Industry Standard, June 5, 2000; Rand McNally press releases, http://www.randmcnally.com/rcm/company/, July 29, 1999, September 6, 2000, September 20, 2000, November 14, 2000.

http://www.smartcomputing.com/articles/2005/s1611/15s11/15s11chart.pdf?guid=, diakses pada 06 Februari 2010.